1. Memencet atau Memecahkan Jerawat dengan Tangan
Ini adalah kebiasaan penyebab bopeng yang paling sering dilakukan. Sebuah artikel dari Specialists in Dermatology menjelaskan bahwa memencet atau memecahkan jerawat menciptakan peradangan baru, yang kemudian memicu munculnya bercak gelap di kulit dan berpotensi menjadi bekas permanen. Tangan yang tidak steril juga membawa bakteri tambahan ke area jerawat.
2. Terlalu Sering Menyentuh dan Menggaruk Area Jerawat
Kebiasaan menyentuh wajah atau menggaruk jerawat yang terasa gatal juga bisa memberikan trauma berulang pada kulit. Gesekan berulang dan bakteri dari tangan bisa memperparah peradangan yang sedang berlangsung, sehingga proses penyembuhan jadi lebih lama dan berisiko meninggalkan bekas. DermNet menyebut aktivitas picking pada lesi jerawat aktif meningkatkan kemungkinan terbentuknya acne scar. Pada orang yang sering melakukannya, kulit juga dapat menunjukkan luka garukan, pigmentasi, dan scar.
3. Menggunakan Scrub atau Eksfoliasi Terlalu Agresif
Eksfoliasi memang penting untuk kulit sehat, tapi saat jerawat sedang meradang, scrub kasar hanya akan merusak lapisan pelindung kulit. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
- Hindari scrub berbutir kasar di area yang sedang meradang
- Batasi eksfoliasi kimiawi maksimal dua sampai tiga kali seminggu
- Pilih produk dengan kandungan yang lebih lembut saat kulit sensitif
4. Sering Gonta-ganti Produk Jerawat atau Skincare
Baru memakai satu produk beberapa hari lalu langsung menggantinya karena jerawat belum hilang? Kebiasaan ini perlu kamu perhatikan. Terapi jerawat membutuhkan waktu. AAD menyebut perbaikan biasanya mulai terlihat setelah sekitar 6 hingga 8 minggu penggunaan yang konsisten. Terlalu cepat mengganti atau menambahkan banyak produk dapat meningkatkan risiko iritasi sekaligus menyulitkan kamu mengetahui produk mana yang sebenarnya bekerja.
5. Membiarkan Jerawat Meradang Tanpa Penanganan yang Tepat
Jerawat dalam seperti nodul dan kista membawa risiko scar yang lebih tinggi. Karena itu, membiarkan jerawat berat terus meradang bukan pilihan yang ideal. AAD juga menjelaskan bahwa menangani jerawat lebih awal membantu mengurangi risiko terbentuknya scar. Bahkan jerawat yang tidak terlalu berat tetap bisa meninggalkan scar jika sering dipencet.
6. Mengabaikan Penggunaan Sunscreen Saat Kulit Berjerawat
Sunscreen memang tidak secara langsung menghentikan terbentuknya bopeng, tetapi tetap penting dalam perawatan kulit berjerawat dan bekas jerawat. Paparan matahari dapat membuat perubahan warna setelah inflamasi terlihat semakin jelas. Untuk perlindungan sehari-hari, AAD merekomendasikan sunscreen dengan perlindungan broad spectrum dan SPF 30 atau lebih. Pilih produk berlabel non-comedogenic agar lebih sesuai untuk kulit yang mudah berjerawat.
7. Melakukan Treatment Bekas Jerawat Saat Jerawat Masih Aktif Tanpa Evaluasi
Ketika bopeng mulai terlihat, keinginan untuk segera melakukan laser, microneedling, peeling, atau prosedur lainnya cukup wajar. Namun, kondisi jerawat aktif tetap perlu mendapat perhatian terlebih dahulu. Mengendalikan breakout membantu menekan inflamasi sekaligus mengurangi risiko terbentuknya scar baru. Karena itu, dokter perlu mengevaluasi kondisi jerawat dan jenis scar sebelum menentukan tindakan yang sesuai.