AIC Surabaya

Senin - Jumat: 13.00 - 21.00 | Sabtu: 10.00 - 13.00

AIC Jakarta

Senin: 12.00 – 16.00 | Selasa – Jumat: 12.00 – 20.00 | Sabtu: 10.00 – 18.00

7 Kebiasaan Saat Jerawat Aktif yang Bisa Memicu Bekas dan Bopeng

7 Kebiasaan Saat Jerawat Aktif yang Bisa Memicu Bekas dan Bopeng

Saturday, 15 Aug 2026

Kamu pasti pernah merasakan godaan untuk memencet jerawat yang mengganggu, atau malas pakai sunscreen karena kulit sedang berjerawat. Sayangnya, kebiasaan kecil semacam ini justru sering jadi kebiasaan penyebab bopeng yang baru kamu sesali setelah bekasnya menetap bertahun-tahun.

Risiko tersebut tidak hanya berkaitan dengan jenis jerawat yang muncul. Cara kamu memperlakukan kulit selama jerawat masih aktif juga ikut berperan. Bahkan, beberapa kebiasaan penyebab bopeng sering dilakukan tanpa disadari, mulai dari memencet jerawat sampai menggunakan terlalu banyak produk sekaligus.

Apa Itu Bopeng dan Bedanya dengan Bekas Jerawat Biasa?

Tidak semua bekas jerawat bisa disebut bopeng karena bekas jerawat biasa umumnya hanya berupa perubahan warna seperti kemerahan atau kehitaman setelah jerawat mereda tanpa adanya kerusakan struktur kulit, sedangkan bopeng atau atrophic acne scar terjadi akibat kerusakan jaringan kulit yang dipicu oleh respons inflamasi yang merusak kolagen di dermis sehingga permukaan kulit tampak cekung, kondisi ini juga memiliki beberapa bentuk seperti ice pick, boxcar, dan rolling scar, serta menurut American Academy of Dermatology (AAD), jerawat yang lebih dalam seperti nodul dan kista memiliki risiko lebih tinggi meninggalkan scar dibandingkan jerawat ringan.

Apa yang Membuat Jerawat Bisa Berubah Menjadi Bekas dan Bopeng?

Menurut Penn Medicine, kebiasaan memencet atau memecahkan jerawat bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas, sementara penanganan yang terlambat atau tidak tepat juga bisa menyebabkan kerusakan kulit yang menetap. Intinya, semakin parah dan semakin lama peradangan berlangsung, semakin besar peluang kolagen di kulitmu rusak. Di titik inilah kebiasaan sehari-hari punya peran besar. Banyak orang tanpa sadar melakukan hal-hal yang justru memperpanjang proses peradangan ini.

7 Kebiasaan Saat Jerawat Aktif yang Bisa Meningkatkan Risiko Bopeng

1. Memencet atau Memecahkan Jerawat dengan Tangan

Ini adalah kebiasaan penyebab bopeng yang paling sering dilakukan. Sebuah artikel dari Specialists in Dermatology menjelaskan bahwa memencet atau memecahkan jerawat menciptakan peradangan baru, yang kemudian memicu munculnya bercak gelap di kulit dan berpotensi menjadi bekas permanen. Tangan yang tidak steril juga membawa bakteri tambahan ke area jerawat.

2. Terlalu Sering Menyentuh dan Menggaruk Area Jerawat

Kebiasaan menyentuh wajah atau menggaruk jerawat yang terasa gatal juga bisa memberikan trauma berulang pada kulit. Gesekan berulang dan bakteri dari tangan bisa memperparah peradangan yang sedang berlangsung, sehingga proses penyembuhan jadi lebih lama dan berisiko meninggalkan bekas. DermNet menyebut aktivitas picking pada lesi jerawat aktif meningkatkan kemungkinan terbentuknya acne scar. Pada orang yang sering melakukannya, kulit juga dapat menunjukkan luka garukan, pigmentasi, dan scar.

3. Menggunakan Scrub atau Eksfoliasi Terlalu Agresif

Eksfoliasi memang penting untuk kulit sehat, tapi saat jerawat sedang meradang, scrub kasar hanya akan merusak lapisan pelindung kulit. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  • Hindari scrub berbutir kasar di area yang sedang meradang
  • Batasi eksfoliasi kimiawi maksimal dua sampai tiga kali seminggu
  • Pilih produk dengan kandungan yang lebih lembut saat kulit sensitif

4. Sering Gonta-ganti Produk Jerawat atau Skincare

Baru memakai satu produk beberapa hari lalu langsung menggantinya karena jerawat belum hilang? Kebiasaan ini perlu kamu perhatikan. Terapi jerawat membutuhkan waktu. AAD menyebut perbaikan biasanya mulai terlihat setelah sekitar 6 hingga 8 minggu penggunaan yang konsisten. Terlalu cepat mengganti atau menambahkan banyak produk dapat meningkatkan risiko iritasi sekaligus menyulitkan kamu mengetahui produk mana yang sebenarnya bekerja.

5. Membiarkan Jerawat Meradang Tanpa Penanganan yang Tepat

Jerawat dalam seperti nodul dan kista membawa risiko scar yang lebih tinggi. Karena itu, membiarkan jerawat berat terus meradang bukan pilihan yang ideal. AAD juga menjelaskan bahwa menangani jerawat lebih awal membantu mengurangi risiko terbentuknya scar. Bahkan jerawat yang tidak terlalu berat tetap bisa meninggalkan scar jika sering dipencet.

6. Mengabaikan Penggunaan Sunscreen Saat Kulit Berjerawat

Sunscreen memang tidak secara langsung menghentikan terbentuknya bopeng, tetapi tetap penting dalam perawatan kulit berjerawat dan bekas jerawat. Paparan matahari dapat membuat perubahan warna setelah inflamasi terlihat semakin jelas. Untuk perlindungan sehari-hari, AAD merekomendasikan sunscreen dengan perlindungan broad spectrum dan SPF 30 atau lebih. Pilih produk berlabel non-comedogenic agar lebih sesuai untuk kulit yang mudah berjerawat.

7. Melakukan Treatment Bekas Jerawat Saat Jerawat Masih Aktif Tanpa Evaluasi

Ketika bopeng mulai terlihat, keinginan untuk segera melakukan laser, microneedling, peeling, atau prosedur lainnya cukup wajar. Namun, kondisi jerawat aktif tetap perlu mendapat perhatian terlebih dahulu. Mengendalikan breakout membantu menekan inflamasi sekaligus mengurangi risiko terbentuknya scar baru. Karena itu, dokter perlu mengevaluasi kondisi jerawat dan jenis scar sebelum menentukan tindakan yang sesuai.

Bagaimana Cara Merawat Jerawat Aktif agar Risiko Bekas Lebih Kecil?

Beberapa kebiasaan sederhana ini membantu kamu merawat kulit selama jerawat masih aktif:

  • Hindari memencet, menggaruk, dan mengorek jerawat.
  • Bersihkan wajah secara lembut sekitar dua kali sehari dan setelah banyak berkeringat.
  • Hindari scrub atau eksfoliasi berlebihan.
  • Gunakan skincare non-comedogenic dan sesuai kebutuhan kulit.
  • Gunakan obat jerawat sesuai aturan dan berikan waktu untuk bekerja.
  • Gunakan sunscreen setiap hari.
  • Konsultasikan jerawat yang dalam, nyeri, sering kambuh, atau mulai meninggalkan scar kepada dokter kulit.

Langkah tersebut penting karena mengendalikan inflamasi sejak dini menjadi salah satu strategi utama untuk mengurangi risiko bekas permanen.

Cegah Bopeng dengan Treatment Jerawat yang Tepat di Acne Institute Jakarta

Kalau jerawatmu sudah meradang atau kamu ingin memastikan penanganannya tepat sejak awal, konsultasi ke klinik yang berpengalaman menangani jerawat adalah langkah yang bijak. Acne Institute Jakarta menyediakan penanganan jerawat aktif secara menyeluruh dengan evaluasi dari tenaga medis, sehingga risiko bekas dan bopeng bisa ditekan sejak dini, bukan diobati setelah bopeng sudah terbentuk.

Acne Institute Dermatology klinik Jakarta berfokus pada penanganan jerawat dan bekas jerawat dengan evaluasi oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Kami menyediakan konsultasi untuk menentukan kondisi jerawat serta kebutuhan perawatan berdasarkan masalah kulit masing-masing pasien.

Untuk bopeng yang sudah terbentuk, pilihan tindakan juga perlu menyesuaikan jenis scar dan kondisi kulit. Terdapat beberapa prosedur untuk acne scar, termasuk Laser Frax CO2 dan kombinasi Acne Scar Surgery yang mencakup pendekatan seperti subcision dan Scarfill. Konsultasikan dengan Acne Institute Jakarta untuk mendapatkan evaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan treatment.

Kesimpulan

Bopeng tidak selalu muncul hanya karena jerawatnya berat. Cara kamu memperlakukan jerawat saat masih aktif ikut memengaruhi risiko terjadinya scar. Memencet jerawat, sering menggaruk, menggunakan scrub terlalu kasar, berganti skincare terlalu cepat, hingga menunda penanganan jerawat meradang merupakan beberapa kebiasaan penyebab bopeng yang sebaiknya kamu hindari.

Semakin cepat jerawat mendapatkan penanganan yang tepat, semakin besar kesempatan untuk mengurangi inflamasi dan mencegah terbentuknya scar baru. Jika jerawat terus meradang atau tekstur kulit mulai berubah, lakukan booking untuk konsultasi evaluasi bersama dokter kulit di Acne Institute Jakarta agar perawatan bisa disesuaikan dengan kondisi kulitmu.

Hubungi Acne Institute Clinic untuk Dapatkan Treatment Atasi Kulit Breakout yang Tepat dan Aman!

Kunjungi klinik Acne Institute di Surabaya atau Jakarta dan wujudkan kulit sehat tanpa jerawat, untuk kembali tampil percaya diri setiap hari!

Artikel Terkait

Penyebab Bopeng Bekas Jerawat dan Cara Ampuh Mengatasinya

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum dia...

Bahaya Memencet Jerawat di Hidung dan Risiko Infeksi yang Bisa Terjadi

Jerawat di hidung memang menyebalkan. Bentuknya sering lebih...

Mitos atau Fakta Suntik Jerawat Bisa Bikin Bopeng, Penjelasan Medis yang Tepat

Treatment jerawat dengan resiko bopeng adalah kekhawatiran y...

Kenali Jenis Bekas Jerawat dan Solusi Treatment yang Sesuai di Acne Institute Surabaya

Meski jerawatnya sudah sembuh, bekas yang ditinggalkan serin...

Pengobatan Jerawat yang Efektif dan Tepat Sasaran

Jerawat seringkali menjadi masalah kulit yang tidak hanya me...

Send Message