1. Penggunaan Skincare yang Terlalu Keras
Menggunakan pembersih wajah yang terlalu keras atau produk anti-jerawat dengan kandungan benzoil peroksida atau asam salisilat konsentrasi tinggi dapat mengikis lapisan pelindung kulit secara berlebihan. Akibatnya, kulit kehilangan kelembapan alaminya dan menjadi kering, namun pori-pori tetap tersumbat dan jerawat terus bermunculan.
2. Over-Exfoliating
Eksfoliasi berlebihan merusak skin barrier. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami jerawat serta iritasi.
3. Skin Barrier Rusak
Skin barrier atau lapisan pelindung kulit yang rusak membuat kulit lebih rentan kehilangan air (transepidermal water loss/TEWL) sekaligus lebih mudah terinfeksi bakteri penyebab jerawat seperti Cutibacterium acnes. Kerusakan skin barrier sering dipicu oleh over-exfoliating, paparan bahan kimia keras, atau kondisi dermatitis.
4. Faktor Lingkungan
Paparan sinar matahari berlebihan, angin kering, suhu ekstrem, dan penggunaan AC dalam waktu lama dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan secara signifikan. Di sisi lain, kondisi ini tidak menghentikan produksi sebum di dalam pori-pori, sehingga jerawat tetap terbentuk di balik permukaan kulit yang kering.
5. Perubahan Hormon
Fluktuasi hormon seperti androgen dapat merangsang produksi sebum berlebih di dalam pori-pori meski permukaan kulit tampak kering. Kondisi ini umum terjadi pada remaja, wanita saat menstruasi, kehamilan, atau menopause. Cleveland Clinic menyatakan bahwa hormonal acne sangat mungkin terjadi pada kulit kering sekalipun.